You are here: Home

PELATIHAN NASIONAL PENYUSUNAN IKKA DISELENGGARAKAN DI JAWA TIMUR

Published in PUG&PUA
Written by  08 December 2017
Rate this item
(0 votes)

Surabaya – Berdasarkan Indikator Komposit Kesejahteraan Anak(IKKA)Provinsi dan Kabupaten/Kota tahun 2015 saat ini, Indonesia mencapai angka 64,77 atau pada status pencapaian rendah. Hal ini sisampaikan oleh Lies Roesdianty, Plt. Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kepada para peserta kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Indikator Komposit Kesejahteraan Anak (IKKA) dalam Penyusinan Kebijakan terkait Sub-Bidang Perlindungan Anak di Hotel Santika Premier Gubeng Surabaya (4/12). 

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kepala bidang sub-urusan data dan informasi tentang kesejahteraan anak dan indeks komposit kesejahteraan anak terkait dalam hal pengambilan kebijakan serta dapat memanfaatkan IKKA sebagai dasar pengambil kebijakan.Hal ini berarti masih banyak hak anak yang belum terpenuhi hak-haknya, sehingga upaya perlindungan anak masih harus di tingkatkan”, ujar Lies. IKKA terdiri atas 12 (dua belas) indikator tunggal, yaitu : 1) Angka Kematian Bayi (AKB), 2) Angka Kematian Balita (AKBa), 3) Angka Morbiditas (5-17) tahun, 4) Persentase Imunisasi Dasar Lengkap, 5) Persentase Anak (10-17) tahun berstatus kawin, 6) Persentase Anak (5-17) tahun bekerja, 7) Angka Partisipasi Sekolah (APS) 2-4 tahun, 8) Angka Partisipasi Sekolah (APS) 5-17 tahun, 9) Persentase Berwisata Anak Balita, 10) Persentase Berwisata Anak (5-17) tahun, 11) Persentase Anak Balita yang Mempunyai Akta Kelahiran, 12) Persentase Anak (5-17) tahun yang Mempunyai Akta Kelahiran, yang terangkum dalam 5 (lima) dimensi yaitu, Kelangsungan Hidup, Perlindungan, Tumbuh Kembang, Partisipasi, dan Identitas yang bermanfaat untuk menyusun profil Anak di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. 

Kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Indikator Komposit Kesejahteraan Anak (IKKA) dalam Penyusunan Kebijakan terkait Sub-Bidang Perlindungan Anak dibuka oleh Lies Roesdianty, Plt. Deputi Bidang Perlindungan Anak KPP PA RI dan dihadiri oleh Kepala Bidang yang Menangani Sub-Urusan Data dan Informasi dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak seluruh Indonesia. Materi Dasar-Dasar Statistik dan Bagaimana Cara Menyusun IKKA disampaikan oleh Tim Pensta (Pensiunan Statistik) yang adalah para pensiunan pegawai Badan Pusat Statistik yang dipimpin oleh Soedarti Surbakti. Adapun tim pengajar antara lain; Djamal (Modul I : Pengantar Statistik), Abdul Rahman (Modul II : Pengolahan dan Penyajian Data), Arizal Ahnaf dan Ano Hernawa (Modul III : Pengenalan Indikator Kesejahteraan Anak) sera Wynandin Imawan dan Harya B. Surbakti (Modul IV : Pemanfaatan Indikator Anak).

Pemerintah Provinsi Jawa Timur khususnya dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan menyambut baik kegiatan pelatihan ini dan sangat bangga karena menjadi tempat diselenggarakannya kegiatan tersebut. dengan adanya advokasi, pendampingan dan melakukan fasilitasi ketersediaan indeks komposit tersebut. mari kita menyatukan persepsi dan komitmen untuk menyusun IKKA yang standar dan dapat digunakan oleh para pengambil kebijakan dan keputusan serta menetapkan intervensi untuk melakukan perlindungan dan meningkatkan kesejahteraan anak.(H.K)

Formulir Permohonan Informasi

        Download                                                                                                                          Download