You are here: Home

Evaluasi Dan Sinkronisasi Program KBKS Di Jatim Tahun 2017 Satukan Konsep Dan Persepsi

Published in PP&KB
Written by  12 April 2017
Rate this item
(0 votes)

Surabaya – Untukmenyatukan konsep , persepsi dan strategi Pembangunan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Pemerintah Provinsi JawaTimur pada tanggal 11 April 2017 bertempat di Hotel Arya Sentra Surabaya menyelenggarakan Evaluasi sinkronisasi program Keluarga Berencana (KB) dan Keluarga sejahtera (KS)

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) KB  dan Kesehatan Kabupaten Kota se JawaTimur diikuti+ 76 peserta..

Pada acara tersebut Pemerintah Provinsi JawaTimur Menghadirkan narasumber dari beberapa lembaga dan instansi terkait diantaranya BKKBN Pusat yang diwakili oleh Ir. Jusni Merida, MIRUP, menyampaikan materi Integrasi Program Lintas Sektor dalam Kampung KB..

Dalam paparannya  BKKBN pusat menyampaikan bahwa pembentukan kampung KB merupakan salah satu upaya perwujudan Nawa Citapresiden Joko Widodo. Terutamauntuk poin 3 yang menyatakan bahwa “membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Dalam konsep awal Pembentukan Kampung KB diprioritaskan untuk daerah tertinggal terpencil, perbatasan, pesisir, kepulauan, daerah kumuh miskin (Galcilsirlau kumis)  yang kesertaan KB nya rendah  Total fertility Rate (TFR ) nya tinggi angka kemiskinan juga tinggi. Untuk meningkatkan kwalitas hidup dan mempercepat kemandirian masyarakat daerahtersebut perlu adanya suatu terobosan. Konsep pembangunan kampung KB sebagai jawabannya. Membangun masyarakat berupa fisik dan non fisik secara terintegrasi lintas sector dengan mensinergikan segala potensi dan sumberdaya yang ada secara holistic dan integrative , Tematik Spasial.

Narasumber dari Kementerian kesehatan menyampaikan materi kesehatan remaja menurunkan AKI, AKB dan meningkatkan kwalitas kesehatan keluarga. Menurut data BPS tahun2017  Komposisi penduduk usiare maja (10 – 18 ) Tahun mencapai lebih 40 juta jiwa sehingga jumlah yang cukup besar. Bila di usia tersebut sudah tertanam pola hidup sehat dan mengenal konsep Pembangunan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga diharapkan setelah berumah tangga akan menerapkan konsep tersebut dalam pola kehidupannya.

Beberapa narasumber lain diantaranya dari Yayasan Cara Cipta Padu (YCPP) sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang peduliterhadap program Keluarga Berencana tersebut menyampaikan materi strategi revitalisasi program KB di era Desentralisasi . Dalam paparannya perwakilan dari YCCP menyampaikan bahwa di era desentralisasi tidak semua pemegang kebijakan di daerah memiliki komitmen dalam meningkatkan program Keluarga Berencana. Untuk itu perlu konsep dan strategi  yang tepat agar seluruh pemangku kepentingan di daerah memiliki komitment dan kepedulian program KB. Sehingga perlu dilakukan advokasi dalam revitalisasi program KB di daerah utamanya kepada pemegang kebijakan di daerah. Tujuannya agar alokasi APBD dan APBDes meningkat secara signifikan untuk meningkatkan program KB.

 

Text Box: Surabaya ,                2017

Mengetahui
KepalaBidangPengendalianPertumbuhanpenduduk
Dan keluargaBerencana



Dra. UMI YUNIATI, MSi
Pembina TK I
NIP. 19600604 198503 1009


Berbagi pengalaman dalam pengelolaan program KB di era otonomi daerah juga disampaikan oleh Perwakilan dari Kota Surabaya. Pemerintah Kota Surabaya memiliki catatan berbagai prestasi dan keberhasilan serta komitmen yang cukup tinggi dalam pengelolaan program KB. Langkah setrategis yang dilakukan antara lain  : Meningkatkan Pendewasaan Usia perkawinan dengan melakukan KIE, Pembentukan Kelompok kelompok Pusat Informasi Konseling Remaja baik yang ada di sekolah-sekolah ataupun yang berbasis masyarakat. Pengaturan Kelahiran dengan menggalakkan pemakaian alat/obat kontrasepsi KB  kepada pasangan usia subur (PUS) . Peningkatan ketahanan keluarga dengan melakukan Tri bina dan mengoptimalkan 8 fungsi keluarga. Peningkatan kesejahteraan keluarga dengan merangsang setiap anggota keluarga memperoleh income yang baik ,sehingga dapat hidupdengan layak. Program UPPKS salah satunya bentuk intervensi dalammemberikan peluang usaha bagi kelompok kelompok  keluarga.

Formulir Permohonan Informasi

        Download                                                                                                                          Download