You are here: Home

Aplikasi Penghitungan Indikator KB Permudah Kab/Kota Menghitung Dan Memproyeksikan Capaian Kinerjanya

Published in PP&KB
Written by  27 October 2017
Rate this item
(0 votes)

Surabaya – Dalamrangka meningkatkan kemampuan SDM   OPD KB dalam penghitungan indicator KB, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan kepndudukan Provinsi Jawa Timur Pada Tanggal 26 Okteober 2017 menyelenggarakan orientasi aplikasi pengihtungan indikator KB di Surabaya.  Kegiatan tersbut diikuti oleh 76 peserta utusan dari OPD KB Kabupaten/Kota di Jawa Timur dan menghadirkan dari narasumber dari beberapa instansi terkait dan pakar bio statistika Dr. Lutfi Agus Salim dari FKM Unair Surabaya.

Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur  dalam pidato sambutan menyebutkan bahwa program keluarga berencana (KB)  pada hakekatnya  bertujuan mengendalikan  laju pertumbuhan  penduduk ( menjaga kwantitas),  meningkatkan  kwalitas (mutu), mengatur persebaran , memperkuat ketahanan dan  kesejahteraan keluarga, sehingga memiliki dampak signifikan  dalam akselerasi    pencapaian tujuan pembangunan  berkalanjutan (SDGs) dan mendukung konsep Nawa Cita.

Disampaikan pula bahwa menurut beberapa kajian ilmiah dan data dari Badan Pusat Statistik, diestimasikan  bahwa  Indonesia pada tahun 2020 s/d 2030 mendapatkan bonus demografi, dimana jumlah penduduk usia produktif 15-64 tahun mencapai porsi  70 % dari total populasi atau  penduduk berusia produktif sejumlah  sekitar 180 juta jiwa, sedang usia tidak produktif sekitar 85 juta jiwa. Sehingga beban tanggungan penduduk berusia produktif menurun atau menjadi rendah, yakni antara 40% - 50%. Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif hanya menanggung 40-50 penduduk non produktif. Sedangkan di Jawa Timur  kondisi ini diperkirakan terjadi lebih awal kira-kira  tahun 2016. Hal ini dibuktikan oleh data BPS Jawa Timur bahwa penduduk Jawa Timur tahun 2016  usia produktif ( usia 15 s/d 64 tahun) mencapai 69,45% atau sebanyak 27.140.295 jiwa.

Kondisi ini merupakan berkah, jika penduduk yang kita miliki merupakan SDM yang berkwalitas dan  tersedia  lapangan kerja yang cukup. Seluruh penduduk memiliki  kreatifitas dan produktivitas tinggi, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang mumpuni.  Namun menurut data BPS  Jawa Timur tahun 2015 tercatat bahwa sdm yang berpendidikan sarjana  ke atas hanya 5,1%, sdm berpendidikan sma sederajat 21%, berpendidikan smp 29,3%, berpendidikan sd ke bawah 51,7%. Sehingga pada tahun 2016  sdm dengan kwalitas tenaga kasar  masih mendominasi usia produktif di Jawa Timur.

Untuk itu agar fase bonus demografi yang kita dapatkan bisa bermakna dan tidak segera berakhir, maka kita perlu berupaya keras melaksanakan program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) secara optimal, pengendalian penduduk secara konsiten dan meningkatkan kwalitas  sdm secara maksimal .

Pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu strategi dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi, yang berorientasi pada kesehatan reproduksi dan penghormatan hak-hak reproduksi seseorang. Pelayanan keluarga berencana juga bermanfaat dalam mengendalikan populasi penduduk melalui penurunan total fertility rate (TFR).

Sehingga  aplikasi penghitungan indikator fertilitas/indikator KB  sangatlah penting untuk dikuasai dan diaplikasikan dalam proses perencanaan pembangunan kependudukan di masing-masing kabupaten /kota di Jawa Timur dan cara mengantisipasi dampak perkembangan kependudukan.

Formulir Permohonan Informasi

        Download                                                                                                                          Download