You are here: Home

Pusat Informasi Konseling Bekali Para Remaja di Situbondo Peduli dengan Pembangunan Kependudukan

Published in PP&KB
Written by  21 April 2017
Rate this item
(0 votes)

Pembangunan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan keluarga merupakan salah satu program Pemerintah untuk mempercepat Kemandiran dan Kesejahteraan Masyarakat. Untuk mewujudkan tujuan tersebut Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada tanggal 21 Pebruari 2017  meyelenggarakan Pembinaan Forum Pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR)  bagi Kelompok Remaja  di Luar Sekolah / Pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR) berbasis masyarakat. Kegiatan tersebut diikuti oleh 75 peserta dari anggota kelompok PIKR berbasis masyarakat  di  Kabupaten Situbondo. Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur  yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga  Berencana, serta Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Situbondo. Kegiatan tersebut  menghadirkan 4 (empat) nara sumber yang menyampaikan beberapa materi diantaranya:

1.          Permasalahan remaja yang didalamnya dibahas diantaranya Triad (penanggulangan narkoba, HIV Aids , IMS , kesehatan reproduksi,) dan Pendewasaan Usia Perkawinan  disampaikan oleh Ainul Yakin, Motivator remaja aktivis dan pegiat PIKR di Kabupaten Situbondo

2.          Pengelolaan PIK-R  disampaikan  oleh Pembina Pusat Informasi Konseling Kabupaten Situbondo

3.    Life skill yang membahas ketrampilan remaja mulai dari ketrampilan:  sosialisasi, pemecahan masalah, ketrampilan berinteraksi dengan orang lain , ketrampilan dalam mengambil keputusan dan ketrampilan berwira usaha.

4.        Konseling dan Advokasi materi ini berisikan tata cara memberikan pengetahunan tentang tata cara memberikan konseling kepada teman sebayanya yang sedang menghadapi permasalahan dan tata cara mengadvokasi untuk memengaruhi pemangku kepentingan agar mau memberikan perhatian terhadap program yang diperjuangkan utamanya tentang keberadaan PIKR di kabupaten Situbondo dan dalam upayanya mencegah terjadinya perkawinan di bawah umur.

Para peserta sangat antusias mempertanyakan berbagai masalah tentang kependudukan dan perkawinan di usia dini. Rupanya ada pemahaman yang perlu di luruskan  tentang asalah perkwinan di usia dini  dan masalah kependudukan. Tentang Perkawinan usia dini ada sebagian masyarakat berpendapat bahwa dari pada berbuat maksiat lebih baik kawin. Namun menurut ajaran agama Islam tidak menganjurkan  untuk kawin di usaia dini  agar tidak  maksiat namun ada persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi dan  ada alternatif  lain untuk mencegah agar tidak berbuat maksiat . Misalnya dengan  memperbanyak ibadah, berpuasa dll.

Dalam masalah kependudukan ada sebagaian masyarakat yang berpendapat bahwa bahwa banyak anak banyak rejeki sesuai ajaran yang dianut namun dalam islam dijelaskan bahwa kita harus meninggalkan generasi yang tangguh dan berkualitas dan menjaganya dari siksa api neraka.

 

Formulir Permohonan Informasi

        Download                                                                                                                          Download