You are here: Home

PEMBINAAN TENTANG KELUARGA TKW TAHUN 2016

Published in PP
Written by  21 April 2016
Rate this item
(0 votes)

Data jumlah penduduk Jatim terbesar nomor dua setelah Jawa Barat yaitu sebesar 37.879.713 jiwa. Dari jumlah tersebut angkatan kerja per Agustus 2014 sebanyak 20.149.99 jiwa yang bekerja sebanyak 19.306,51 pengangguran sebanyak 843,49 dengan tingkat partisipan kerja sebanyak 68,12 dari jumlah angkatan kerja. Jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tahun 2013 khususnya di 38 Kab/Kota di Jawa Timur laki-laki berjumlah 14.958 sedangkan Perempuan sejumlah 37.613. permintaan kerja keluar negeri sangat meningkatkan perekonomian baik secara makro maupun mikro, namun berbagai persoalan yang muncul juga ikut mengiringinya. Berdasarkan data dari kanwil Depag Jatim, angka perceraian semakin meningkat yaitu pada tahun 2013 mencapai 72 ribu sedangkan tahun 2014 mencapai 79 ribu.

Untuk data persentase penduduk berumur 5 tahun keatas yang tidak atau belum pernah sekolah menurut jenis kelamin dan daerah tempat tinggal tahun 2013 adalah diperkotaan Perempuan = 8,42% dan Laki-laki 5,02 % sedang di pedesaan Perempuan  = 16,5 % dan Laki-laki 8,63 %.  3 (tiga) permasalahan  TKI yang menjadi prioritas dan perlu penanganan  secara serius, yaitu keluarga yang ditinggalkan tidak mampu mengelola uang hasil kerjanya menuju ekonomi Produktif. Tingginya angka perceraian , dan anak-anak TKI kurang mendapatkan perlindungan serta tidak tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya. Tenaga kerja Perempuan yang bekerja diluar negeri dengan meninggalkan keluarga sangatlah rentan terhadap permasalahan ekonomi, keharmonisan keluarga dan berpengaruh terhadap perkembangan anaknya.

Dari permasalahan tersebut yang juga tertuang juga dalam Undang-undang Nomor  52 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga me

ngamanatkan perlunya Pemerintah Daerah menetapkan  kebijakan melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan Keluarga dengan cara Pemberdayaan  keluarga  dan peningkatan kualitas anak selain sebaga

Tujuan dari diadakannya kegiatan Pembinaan tentang Keluarga Tenaga Kerja Wanita adalah untuk:i tindak lanjut Undang-Undang tersebut maka perlu diadakan kegiatan Pembinaan tentang Keluarga Tenaga Kerja Perempuan.

1.    Meningkatkan kemandirian ekonomi, ketahanan dan kesejahteraan keluarga Tenaga kerja Perempuan

2.    Memberikan Advokasi kepada keluarga Tenaga Kerja Perempuan

3.    Mengarahkan agar keluarga dapat memanfaatkan hasil dari Tenaga Kerja Perempuan.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari rabu tanggal 20 April 2016 bertempat di gedung POLTEKES Jl. Pucang jajar tengah No. 56  Surabaya, yang dibuka langsung oleh Kepala BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN KELUARGA BERENCANA PROVINSI JAWA TIMUR yaitu Ibu Dra. LIES IDAWATI, MM dengan peserta dari keluarga TKW sebanyak 75 orang. Adapun hasilnya adalah :

1.    Kab/Kota diharapkan membantu dalam pembentukan kelompok kerja Bina Keluarga TKI agar keluarga yang ditinggal saling bisa bertukar informasi

2.      Perlu adanya Sosialisasi dan penyuluhan kepada Keluarga TKI untuk mengatisipasi munculnya berbagai permasalahan

3.     Melalui tenaga kerja perempuan, diharapkan tenaga kerja perempuan tidak kembali bekerja keluar negeri melainkan membangun daerah/negeri sendiri           

 

Sumber biaya kegiatan Permbinaan tentang Keluarga Tenaga Kerja Perempuan berasal Dokumen Pelaksaan Anggaran (DPA) satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Timur tahun 2016.

Formulir Permohonan Informasi

        Download                                                                                                                          Download